Sabtu (6/4) Fakultas Hukum menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Stadium General dengan mengambil Tema Perzinahan & Prostitusi dalam Ranah Hukum Pidana, Hukum Islam dan HAM. Bertempat di Aula Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, acara ini mendatangkan 3 pemateri berkompeten yakni AKP. Rohmawati Laila, SH., Wiwik Afifah, S.Pi, MH. dan Dr. Eko Asmanto, Lc., MA.

Pemateri pertama yakni AKP. Rohmawati Laila, SH. selaku Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo menjelaskan mengenai pengertian umum tentang apa itu Prostitusi dan juga Perzinahan serta model kasus yang biasa dijumpai di kalangan masyarakat. Pelanggaran dengan contoh tersebut cukup marak terjadi, pelakunya pun mempunyai permasalahan masing-masing diantaranya adalah masalah ekonomi dan gaya hidup yang cukup tinggi sehingga memicu mereka berbuat demikian. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghapus dan setidaknya mengurangi Prostitusi dan Perzinahan diantaranya adalah melakukan razia dan penertiban, menutup tempat yang ditengarai menjadi lokalisasi terselubung, sampai pada pemberdayaan PSK. Apakah Prostitusi merupakan salah satu tindak pidana ITE? Iya, dikarenakan banyak para muncikari atau PSK yang menawarkan jasa di berbagai sosial media.

Selanjutnya adalah pemaparan dari Wiwik Afifah, S.Pi., MH. mengenai hubungan Perzinahan yang konteksnya adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah/berpasangan secara resmi di mata agama. Namun, kasus seksual di Indonesia tidak selamanya dilakukan oleh orang yang sudah menjalin hubungan secara resmi. Dalam Perzinahan, proses hukum hanya mengakomodir berbeda jenis kelamin, usia remaja, dan yang belum menikah. Belum ada produk atau statuta hukum yang melindungi kekosongan hukum jika pasangannya selingkuh.

Materi penutup yakni Hukum Islam disampaikan oleh Dr. Eko Asmanto, Lc., MA. juga selaku dosen Al-Islam Kemuhammadiyahan di UMSIDA. Beliau menekankan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist yang berhubungan dengan Perzinahan, yang sudah sangat tegas dilarang dalam islam. Dalam hukum islam, Prostitusi diartikan sebagai zina/menjual kehormatan (Bai’ul Irdhi) karenanya segala macam eksploitasi dalam bentuk apapun tidak boleh dilakukan, dan orang yang melakukan akan dihukum cambuk 100 kali. Penyebab Perzinahan antara lain adalah lemahnya iman di dada, minim pengetahuan sains dan agama, gaya hidup hedonisme dan materialisme, tidak kondusifnya lingkungan serta hukum mengenai Prostitusi dinilai lemah.

Acara ini berlangsung dari pagi sampai siang, antusias mahasiswa cukup tinggi dengan banyaknya yang hadir turut serta dan memenuhi Aula. Semoga dengan telah diadakannya acara ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan terutama kepada mahasiswa mengenai Hukum yang bersangkutan dengan Prostitusi dan Perzinahan di Indonesia.